AC Mobil Listrik vs Mobil Konvensional, Apa Bedanya?

Close-up of an electric vehicle being charged, highlighting modern clean energy technology.

SNS-Ac.id – Sistem AC pada mobil listrik dan mobil konvensional sama-sama berfungsi menjaga kenyamanan kabin, namun cara kerjanya memiliki perbedaan mendasar. Pada mobil konvensional (mesin bensin atau diesel), kompresor AC digerakkan langsung oleh mesin melalui belt. Artinya, saat mesin mati, AC tidak dapat bekerja.

Sebaliknya, pada mobil listrik, kompresor AC menggunakan tenaga listrik dari baterai utama, sehingga AC tetap bisa menyala meski kendaraan tidak sedang berjalan atau motor listrik dalam kondisi idle.


Perbedaan lainnya terletak pada efisiensi energi. AC mobil listrik dirancang jauh lebih efisien karena penggunaan daya AC berpengaruh langsung pada jarak tempuh baterai. Oleh karena itu, mobil listrik umumnya menggunakan electric compressor, sistem kontrol suhu yang lebih presisi, serta refrigerant khusus yang mendukung efisiensi dan ramah lingkungan. Sementara itu, pada mobil konvensional, beban AC akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena mesin harus bekerja lebih berat.


Dari sisi perawatan, AC mobil listrik cenderung membutuhkan penanganan lebih spesifik dan teknisi yang memahami sistem kelistrikan tegangan tinggi. Kesalahan penanganan dapat berdampak pada performa AC maupun sistem baterai. Sedangkan AC mobil konvensional lebih umum dan sudah lama dikenal oleh bengkel pada umumnya. *

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *